Jawaban:
Menurut Mayer (2003) CTML memiliki tiga asumsi dasar, yaitu:
1. Dual Chanel, manusia memiliki dua cara dalam memproses informasi apa saja yang mereka dapat melalui dua jalur, visual (penglihatan) dan audio (pendengaran).
Contoh media yang dapat digunakan adalah media proyektor, yang memperlihatkan materi yang akan disampaikan (dalam bentuk powerpoint) dan disertai dengan vidio.
2. Limited Capacity, manusia memiliki daya tampung yang terbatas terhadap informasi yang masuk pada setiap jalur yang diterima pada waktu yang sama, asumsi ini diadopsi dari Cognitive Load Theory.
Contoh media yang dapat digunakan adalah menyediakan berbagai buku bacaan mengenai materi yang akan dan yang telah disampaikan. Sehingga peserta didik bisa mengulangi pelajaran yang telah disampaikan dengan cara membaca buku tersebut.
3. Active Processing, manusia menggabungkan berbagai macam informasi yang mereka terima baik secara visual maupun audio yang kemudian digabungkan menjadi satu kesatuan yang koheren dan mengintegrasikannya dengan pengetahuan yang lain. Contoh media yang dapat digunakan yaitu penggunaan proyektor dalam menyampaikan materi. Dengan adanya proyektor, pengajar akan terbantu dalam menjelaskan materi. Materi yang disampaikan bisa berbentuk teks yang disertai dengan vidio atau suara yang menjelaskan tentang suatu materi.
Asumsi di atas menunjukkan bahwa CTML dibutuhkan sebagai dasar teori untuk membuat media pembelajaran yang lebih efektif dan efisien dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Mayer (2003) juga menambahkan bahwa perancangan e-learning haruslah berdasar pada CTML sebagai dasar teori.
Hal ini sesuai dengan prinsip Cognitive Theory of Multimedia Learning yang berasumsi pada dual channel. Media adobe flash ini diharapkan dapat memberikan solusi dan suasana baru yang menarik dalam pembelajaran sehingga dapat meningkatkan pemahaman konsep. Penggunaan media pembelajaran audio visual diperlukan agar penyampaian materi tidak hanya dalam bentuk hafalan-hafalan, tetapi juga dapat menanamkan pemahaman yang mendalam kepada peserta didik.
Media pembelajaran saat ini juga sudah mengarah pada e-learning sebagai usaha dalam mengembangkan proses belajar mengajar. Maka pengembangan pendidikan menuju e-learning juga merupakan suatu keharusan agar standar mutu pendidikan dapat ditingkatkan, karena e-learning merupakan satu penggunaan teknologi internet dalam penyampaian pembelajaran dalam jangkauan luas.
2. Jelaskan bagaimana teori dual coding dapat diadaptasikan dalam menyiapkan suatu multimedia pembelajaran kimia!
Jawaban:
Allan Paivio
(Paivio, 1971, 2006) merupakan pencetus teori dual coding, yang menyatakan
bahwa informasi yang diterima seseorang diproses melalui salah satu dari
dua channel, yaitu channel verbal seperti teks
dan suara, dan channel visual (nonverbal image) seperti
diagram, gambar, dan animasi. Kedua channel ini dapat
berfungsi baik secara independen, secara paralel, atau juga secara terpadu
bersamaan (Sadoski, Paivio, Goetz, 1991). Kedua channel informasi
tersebut memiliki karakteristik yang berbeda. Channel verbal
memroses informasi secara berurutan sedangkan channel nonverbal
memroses informasi secara bersamaan (sinkron) atau paralel.
Teori dual coding mengidentifikasi
tiga cara pemrosesan informasi, yaitu:
1. Pengaktifan
langsung representasi verbal atau piktorial,
2. Pengaktifan
representasi verbal oleh piktorial atau sebaliknya
3. Pengaktifan
secara bersama-sama representasi verbal dan piktorial.
Teori dual coding ini jika dikaitkan
dengan bagaimana seseorang memproses suatu informasi baru, dapat dinyatakan
bahwa teori ini mendukung pendapat yang menyatakan seseorang belajar dengan
cara menghubungkan pengetahuan yang baru dengan pengetahuan yang telah dimiliki
sebelumnya (prior knowledge).
Menurut Najjar (1995), Teori Dual
Coding juga menyiratkan bahwa seseorang akan belajar lebih baik ketika
media belajar yang digunakan merupakan perpaduan yang tepat dari channel verbal
dan nonverbal. Sejalan dengan pernyataan tersebut, peneliti
berpendapat bahwa ketika media belajar yang digunakan merupakan gabungan dari
beberapa media maka kedua channel pemrosesan informasi (verbal dan nonverbal)
dimungkinkan untuk bekerja secara paralel atau bersama-sama, yang berdampak
pada kemudahan informasi yang disampaikan terserap oleh pembelajar.
pada soal no.2 pertanyaan nya adalah teori dual coding dalam pembelajaran kimia tetapi jawaban anda tidak menyebutkan bagaimana teori dual coding ini dalam pembelajran kimia. jadi jelaskan tentang teori dual coding ini dalam pembeljaran kimia
BalasHapusAllan menyatakan bahwa informasi yang diterima seseorang diproses melalui salah satu dari dua channel, yaitu channel verbal seperti teks dan suara, dan channel visual (nonverbal image) seperti diagram, gambar, dan animasi.
Hapusjadi pada pembelajaran kimia itu kita bisa menyajikan materi menggunakan channel verbal maupun nonverbal. Seperti bantuan proyektor dengan menampilkan powerpoint yang disertai dengan gambar dan vidio atau suara.
saya akan menambahkan jawaban dari Yasni Oktriyani. jika di dalam pembelajaran kimia, karena kimia merupakan salah satu pembelajaran yang abstrak maka pemrosesan informasi yang diteriuma oleh peserta didik akan lebih efektif bila disampaikan dalam bentuk visual dan verbal dengan menggunakan multimedia yang mendukung pula.
BalasHapusTerimakasih saudari Anisa atas tambahan jawabannya.
Hapusassalamualaikum wr wb,saya ingin menambahkan sedikit mengenai jawaban nomor 2 seseorang memroses suatu informasi baru, dapat dinyatakan bahwa teori ini mendukung pendapat yang menyatakan seseorang belajar dengan cara menghubungkan pengetahuan yang baru dengan pengetahuan yang telah dimiliki sebelumnya (prior knowledge). Peneliti berpendapat bahwa seorang tenaga pemasaran yang memiliki masa kerja lebih lama juga memiliki prior knowledge yang lebih banyak dibandingkan dengan mereka yang memiliki masa kerja lebih pendek, sehingga dapat diharapkan bahwa para tenaga pemasaran yang memiliki masa kerja lebih lama akan lebih mudah memahami informasi baru yang disampaikan.
BalasHapusTeori Dual Coding juga menyiratkan bahwa seseorang akan belajar lebih baik ketika media belajar yang digunakan merupakan perpaduan yang tepat dari channel verbal dan nonverbal (Najjar, 1995). Sejalan dengan pernyataan tersebut, peneliti berpendapat bahwa ketika media belajar yang digunakan merupakan gabungan dari beberapa media maka kedua channel pemrosesan informasi (verbal dan nonverbal) dimungkinkan untuk bekerja secara paralel atau bersama-sama, yang berdampak pada kemudahan informasi yang disampaikan terserap oleh pembelajar.
jadi dapat di simpulkan bahwa teori dual coding ini dapat di terapkan dalam pembelajaran kimia karena teori dual coding menggunakan channel verbal seperti teks dan suara, danchannel visual (nonverbal image) seperti diagram, gambar, dan animasi. dalam pembelajaran kimia terdapat cukup banyak materi yang dapat di pakai menggunakan teori dual coding ini, seperti materi asam basa dimana kita dapat menggunakan media lab virtual,sehingga lebih memudahkan peserta didik dalam memproses informasi yang kita sajikan
Terimakasih saudari Dea atas tambahan jawabannya.
HapusSedikit menambahkan jawaban nomor 2, Teori dual coding ini jika dikaitkan dengan bagaimana seseorang memroses suatu informasi baru, dapat dinyatakan bahwa teori ini mendukung pendapat yang menyatakan seseorang belajar dengan cara menghubungkan pengetahuan yang baru dengan pengetahuan yang telah dimiliki sebelumnya. Peneliti berpendapat bahwa seorang tenaga pemasaran yang memiliki masa kerja lebih lama juga memiliki prior knowledge yang lebih banyak dibandingkan dengan mereka yang memiliki masa kerja lebih pendek, sehingga dapat diharapkan bahwa para tenaga pemasaran yang memiliki masa kerja lebih lama akan lebih mudah memahami informasi baru yang disampaikan.
BalasHapusTeori Dual Coding juga menyiratkan bahwa seseorang akan belajar lebih baik ketika media belajar yang digunakan merupakan perpaduan yang tepat dari channel verbal dan nonverbal (Najjar, 1995). Sejalan dengan pernyataan tersebut, peneliti berpendapat bahwa ketika media belajar yang digunakan merupakan gabungan dari beberapa media maka kedua channel pemrosesan informasi (verbal dan nonverbal) dimungkinkan untuk bekerja secara paralel atau bersama-sama, yang berdampak pada kemudahan informasi yang disampaikan terserap oleh pembelajar.
Terimakasih saudari Mela atas tambahan jawabannya.
HapusTeori dual-coding menyatakan bahwa informasi bisa diberi kode, disimpan, dan diperoleh kembali dari dua sistem yang berbeda secara fundamental, satu menyesuaikan dengan informasi verbal, yang lain menyesuaikan dengan image atau informasi visual. Presentasi-presentasi dual-mode bisa memperluas kapasitas memori kerja jika satu bagian dari instruksinya (misalnya, penjelasan-penjelasan tekstual) dihadirkan dalam bentuk auditory dan yang lain (misalnya, diagram) dalam bentuk visual, desain pesan seperti ini dapatmeningkatkan jumlah informasi yang bisa diproses tanpa muatan kognitif yang berlebih. Pebelajar sebagai penerima informasi mengintegrasikan kata-kata dan gambar secara lebih mudah saat kata-kata dihadirkan secara auditori daripada secara visual karena menggunakan prosesor-prosesor auditori dan visual dalam memori kerja secara efektif menghilangkan muatan kognitif yang berlebihan dari saluran visual.
BalasHapus